Tradisi Ngejot: Makna Dan Perilaku Keuangan (Studi pada Masyarkat Kampung Jawa Wanasari)

Nadira Hujahturrohmah Al Khanza, Maretha Ika Prajawati

Abstract


Penelitian ini membahas tentang perilaku keuangan dalam tradisi Ngejot di Kampung Jawa Wanasari. Tradisi yang dilakukan antar umat beragama untuk saling berbagi makanan menjelang Hari Raya Umat Beragama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna tradisi Ngejot dan mengetahui perilaku keuangan masyarakat Kampung Jawa Wanasari dalam melakukan tradisi Ngejot. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga metode yaitu observasi, wawancara dan juga dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Ngejot masih dilakukan pada masyarakat kampung Jawa Wanasari dengan Sebagian beranggapan makna tradisi Ngejot yaitu mengharapkan pengembalian makanan tersebut atau seperti hutang-piutang, tetapi banyak yang memaknai tradisi Ngejot sebagai Shodaqoh tidak mengharapkan adanya suatu pengembalian dan dilakukan atas dasar ikhlas saling berbagi. Melaksanakan tradisi Ngejot ini membutuhkan dana yang lumayan besar, untuk tetap melakukan tradisi Ngejot masyarakat harus cermat dan teliti untuk mengatur keuangan, agar tidak konsumtif dalam melakukan pembelian.

References


Elicia, P. (2021). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Financial Behavior. 2507(February), 1–9.

Hanip, S. P. N., Yuslih, M., & Diniaty, L. (2020). Tradisi Ngejot: Positive Relationship Antar Umat Beragama. Potret Pemikiran, 24(2), 71–85.

Hasan, dkk. (2018). Tradisi Ngejot: Sebuah Ekspresi Keharmonisan dan Kerukunan Antar Umat Beragama dengan Dakwah Bil Hal. Fenomena: Jurnal Penelitian, 10(1), 1–26.

M, T hoyyib I, S. (2002). Islam dan pranata sosial kemasyarakatan. Remaja Rosdakarya. https://books.google.co.id/books?id=W7ihAAAACAAJ

Muaddin. (2020). Tradisi Bhubuwan Dalam Perspektif Manajemen Islam (Studi di Desa Sukolilo Timur Kecamatan Labang Bangkalan) (Vol. 2507, Issue February).

Mukmin, M. (2020). Infaq dan Shadaqah ( Pengertian, Rukun, Perbedaaan Dan Hikmah). Palembang: Kementerian Agama RI, 1–6. https://bdkpalembang.kemenag.go.id/berita/infaq-dan-shadaqah-pengertian-rukun-perbedaaan-dan-hikmah

Rahmayanti, W., Sri Nuryani, H., & Salam, A. (2019). Pengaruh Sikap Keuangan Dan Perilaku Keuangan Terhadap Literasi Keuangan. Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 2(1). https://doi.org/10.37673/jmb.v2i1.267

Ramdhani, F. Z., Busro, B., & Wasik, A. (2020). The Hindu-Muslim Interdependence: A Study of Balinese Local Wisdom. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 28(2), 195–218. https://doi.org/10.21580/ws.28.2.6769

Sairi, M. (2016). Hubungan Sosial Keagamaan Kaum Nahdliyin Dan Hindu Di Bali: Studi Kasus Desa Tuban Kecamatan Kuta Kabupaten Badung, Bali (Issue April). Sejahtera Kita.

Sami, A., & HR, M. N. (2014). Dampak Shadaqah Pada Keberlangsungan Usaha. Jurnal Ekonomi Syariah Teori Dan Terapan, 1(3), 205–220.

Sisbintari, I. (2018). Sekilas Tentang Behavioral Finance. Jurnal Ilmiah Administrasi Bisnis Dan Inovasi, 1(2), 88–101. https://doi.org/10.25139/jai.v1i2.814

Suma, M. A. (2015). Zakat, Infak, dan Sedekah: Modal dan Model Ideal Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Modern. Al-Iqtishad: Journal of Islamic Economics, 5(2). https://doi.org/10.15408/aiq.v5i2.2568

Zahroh, F. (2014). Menguji tingkat pengetahuan keuangan, sikap keuangan pribadi, dan perilaku keuangan pribadi mahasiswa jurusan manajemen fakultas ekonomika dan bisnis semester 3 dan semester 7 [Universitas Diponegoro].




DOI: http://dx.doi.org/10.35906/jurman.v8i1.1045

Article Metrics

Abstract view : 830 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 1005 times