URBAN FARMING PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK CAIR ORGANIK DI KOTA SURAKARTA
Abstract
Kecamatan Jebres merupakan salah satu kecamatan padat penduduk di Kota Surakarta. Hal ini menyebabkan tidak adanya lahan pertanian yang tersedia di wilayah tersebut. Solusi terhadap permasalahan ini adalah dengan menginisiasi kampung hijau yang bekerjasama dengan PKK Gendingan RT 03/XVI Jebres. Kegiatan ini berbasis urban farming yang memiliki tujuan akhir peningkatan ekonomi dan ekologi di wilayah Jebres. Urban farming dilakukan melalui penyuluhan pengolahan sampah sisa pertanian kota dan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC) dengan teknik ember tumpuk. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah penyuluhan partisipatif. Kegiatan pegabdian dilaksanakan di Gedung Serbaguna Gendingan Jebres yang diawali dengan penjelasan mengenai pengelolaan sampah. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan praktik pengolahan sampah sisa pertanian kota dan sampah rumah tangga menjadi POC. POC siap dipanen setelah dua bulan sejak sampah pertama kali diproses dengan metode ember tumpuk. Kegiatan ini berlangsung dari bulan Agustus sampai dengan Oktober 2020, dimana pada Oktober 2020 mitra telah dapat memanen POC. POC digunakan dengan komposisi tiga sendok POC untuk satu liter air. POC ini dapat diproduksi lebih lanjut dan berguna untuk meningkatkan perekonomian mitra. Selain itu, POC juga dapat digunakan sebagai pupuk tanaman yang berdampak pada membaiknya lingkungan mitra.
Â
Abstract. Jebres is one of the densely populated districts in Surakarta. This causes no land for agriculture in the area. The solution is to initiate a green village in collaboration with PKK Gendingan RT 03/XVI Jebres. This activity is based on urban farming which has purposive to improving the economy and ecology in the Jebres. Urban farming is implemented through the agricultural extension on processing agricultural waste and household waste into liquid organic fertilizer (POC) using the stacked bucket technique. The method uses a participatory extension. The activities are held at the Gendingan Jebres Building began with an explanation of waste management. Then this activity continued with the practice of processing agricultural waste and household waste into POC. POCs are ready to be harvested after two months since the waste was first processed using the stacked bucket technique. This activity is held from August to October 2020, and in October 2020 participants can harvest POC. POC is used with a composition of three POC spoons for one liter of water. This POC can be produced further and is useful for improving the participant's economy. In addition, POC can also be used as plant fertilizer which has an impact on improving the participant's environment.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Abdurrohman, A., Arkasala, F. F., & Nurhidayah, N. (2021). Penerapan Konsep Urban Farming-Based Resilient City Dalam Pengembangan Kota Yang Berketahananan Pangan Di Kota Surakarta. Desa-Kota, 3(2), 162. https://doi.org/10.20961/desa-kota.v3i2.48012.162-170
Agency, U. E. P. (2011). Urban Farm Business Plan Hanbook. CreateSpace Independent Publishing Platform.
Amelia, S., Rahayu, A., Salamah, S., Dahlan, U. A., & Selatan, J. R. (2019). Penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan sampah anorganik dan organik menjadi ecobrick dan pupuk cair organik berbagai kegiatan seperti penyuluhan tentang sampah organik dan anorganik serta pelatihan. Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(3), 341–348.
BPS. (2020). Kota Surakarta Dalam Angka. https://surakartakota.bps.go.id/statictable/2019/11/25/85/jumlah-penduduk-menurut-kecamatan-di-kota-surakarta-2010-2017-dan-2018
FAO. 2008. Definisi Urban Farming.
Fauzi, A.R., Ichniarsyah, A.N., & Agustin, H. (2016). Pertanian Perkotaan: Urgensi, Peranan, dan Praktik Terbaik. Jurnal Agroteknologi, 10(1), 49–62.
Haletky, N., dan O, T. (2006). Urban agriculture as a Solution to Food Insecurity. West Oakland and People’s Grocery. Urban Agriculture in West Oakland. https://www.solopos.com/duh-lahan-pertanian-di-solo-tinggal-82-hektare-
Handayani. S. H. Yunus, A., Susilowati, A. (2015). ). Uji Kualitas Pupuk Organik Cair dari Berbagai Macam Mikroorganisme Lokal (Mol). Jurnal El-Vivo, 3(1), 54–60.
Indriani, Y. (2012). Membuat Kompos Secara Kilat. Penebar Swadaya.
Kementrian Pertanian. (2006). Permentan No. 02/Pert/HK.060/2/2006 tentang Pupuk Organik dan Pembenah Tanah.
Nurdiyanti, N., Arie Susetio Utami, Norma Bastian, dan J. (2017). Pemanfaatan Limbah Organik Pasar sebagai Bahan Pupuk Kompos untuk Penghijauan di Lingkungan Masyarakat Kota Cirebon (The 5th). Urecol Proceeding UAD.
Pollard, G., Ward, J., & Roetman, P. (2018). Typically Diverse: The Nature of Urban Agriculture in South Australia. Sustainability, 10(4).
Sudadi, S., & Suryono, S. (2017). IbM Pembuatan Pupuk Organik Diperkaya Di Kelompok Peternak Sapi Dalam Rangka Menuju Pertanian Organik Di Desa Sukoharjo, Tirtomoyo, Wonogiri. PRIMA: Journal of Community Empowering and Services, 1(2), 47. https://doi.org/10.20961/prima.v1i2.35154
Sulmiyati, S., & Said, N. S. (2017). Pengolahan briket bio-arang berbahan dasar kotoran kambing dan cangkang kemiri di Desa Galung Lombok Kecamatan Tinambung, Polewali Mandar. 3(1), 108–117.
UGM, T. D. F. P. (2019). 73KNOLOGI TEPAT GUNA Fakultas Pertanian UGM Mengabdi. Lily Publisher.
DOI: http://dx.doi.org/10.35906/resona.v6i2.933
Article Metrics
Abstract view : 1778 timesPDF (Bahasa Indonesia) - 986 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.

Website Layout end Editing © 2016 Resona Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat on Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo.











.png)


.png)
