Pelatihan Peningkatan Produktivitas UKM Kerupuk Lontongan Di Dusun Bates Desa Banangkah, Kec. Burneh, Kabupaten Bangkalan

Abdul Halik, Muizzu Nurhadi, Daniel Filbert

Abstract


ABSTRAK

Peningkatan ekonomi melalui pengembangan UKM adalah salah satu cara dan bagian dari pembangunan ekonomi nasional. Selain itu, pengembangan usaha juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini terlihat melalui penyerapan tenaga kerja yang dari tahun ke tahun semakin meningkat. Untuk tetap bisa bertahan dalam dunia industri UKM juga membutuhkan teknologi tepat guna untuk meningkatkan dan menginovasi produk mereka. Di dusun Bates kabupaten Bangkalan adalah salah satu desa yang memiliki UKM kerupuk Lontongan. Di desa tersebut beberapa UKM kerupuk lontongan masih menggunakan alat tradisional dalam pengolahan dan kurangnya kemampuan SDM. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran pada UKM kerupuk Lontongan di desa Banangkah, Burneh, Bangkalan. Aktivitas yang dilakukan antara lain: (1) pengadaan TTG; (2) pelatihan penggunaan TTG; (3) pendampingan pembuatan desain logo; dan (4) peningkatan kemampuan dalam pemanfaatan TTG. Hasil yang didapatkan yaitu (1) peningkatan produksi sekitar 50%-100%, percepatan proses produksi, dan peningkatan kualitas produk pada kedua UKM; (2) peningkatan keahlian UKM; dan (3) Rebranding produk. Singkatnya, pengembangan UKM melalui peningkatan teknologi dan SDM merupakan hal penting untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk usaha.

 

ABSTRACT

Economic improvement through the development of SMEs is a part of national economic development. In addition, business development is also able to improve community welfare. This can be seen through the labor absorption which is increasing from year to year. To be able to survive in the world industry, SMEs also need the right technology to improve and innovate their products. With market demands that are always changing, it cannot be denied that the need for the right tools is an important tool in a business. In Bates, Bangkalan is one of the villages that has lontongan cracker industries. In that village, some lontongan cracker industries still use traditional tools in the processing and and lacks of human resources. The aims that the researcher target are to increase the production and marketing capacity of lontongan cracker industries in Banangkah village, Burneh, Bangkalan. The activities used were (1) making appropriate technologies, (2) training in using appropriate technologies, (3) assisting in making logo designs, (4) increasing the ability to use technologies. The results obtained are (1) increased production production increase of about 50%-100%, acceleration of the production process, and improvement of product quality in both SMEs. (2) increased expertise of SMEs, (3) product rebranding. In short, the development of SMEs through improving technology and human resources is important to improve the quality and quantity of business products.   


References


Gunawan, B., M. Nurkhamid, S. Mulyani.2020. Peningkatan Produktifitas UMKM Industri Kreatif di Era MEA dengan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna. Abdi Dosen: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 4 (3): 251-260.

Halik A., S. B. Kasiyati, E. Budiarti, Ratnaningsih. 2015. ibM Pengembangan Usaha Warung Kopi Di Desa Bungah dan Desa Lasem, Kabupaten Gresik, JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat 1 (02): 97-104.

Halik A., D. Perdana , M. A. Prasnowo, 2016. Peningkatan Usaha Pengepul Barang Bekas Di Kota Surabaya, Jurnal Pengabdian LPPM Untag Surabaya 2 (01): 29 – 38.

Koswara, S. 2009, Pengolahan Aneka Kerupuk. eBook Pangan.

Kotler, P. 2002. Manajemen Pemasaran. Prentice Hall Inc. New York.

Mohamed S, N. Abdullah dan MK. Muthu. 1988. Phsical properties of kropok (fried crisps) in relation to the amylopectin content of the starch flour J.sc food agri (49): 369-317.

Mulyaningsih, N., S Hastuti, A. Labib, dan A. Aprianto. 2019. Pengurangan Kadar Minyak pada Usaha Kecil Keripik dengan Penerapan Teknologi Peniris Minyak. Seminar Nasional Edusaintek FMIPA UNIMUS: 163-168.

Nurdin, R. 2019. Peningkatan Kapasitas Produksi Usaha Wedang Uwuh Wonokromo Pleret Bantul Yogyakarta. KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat 2 (1): 7-12.

Pradanya Paramita Hapsari, Abdul Hakim, dan Saleh Soeaidy.2014. Pengaruh Pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah (Studi di Pemerintah Kota Batu), Wacana 17 (2): 88-96.

Pramanda, R., Dewiyana, D. Maulana, M. Ispandi, dan J. Febri. 2019. Desain alat (Prototipe) Pemotong Adonan Kerupuk Tempe Upaya Peningkatan Taraf Ekonomi Home Industry di Gampong Paya Bujok Teungoh, Kota Langsa. Global Science Society: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat 1 (2): 109-116.

Pranaka dan Moeljarto, V. 1996. Pemberdayaan (Empowerment). Pemberdayaan, konsep, dan imlementasi. Jakarta: CSIS.

Ramli, Rusman M. 2017. Pemasaran Produk Hasil Rumput Laut di Desa Waara Sebagai Pintu Gerbang Pulau Muna. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri 1 (1): 71-77.

Sari, H. dan Hafid, A. 2019. Pengembangan Usaha Kerupuk Amplang Bandeng untuk Memberdayakan Masyarakat Desa Polejiwa Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan. Panrita_Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 3 (2): 161-169.

Tofan. 2008. Sifat Fisik dan Organoliptik Krupuk. Fakultas Peternakan: IPB Bogor. Winarno. 2010. Enzim Pangan. Bogor: M-Brio Pres.




DOI: http://dx.doi.org/10.35906/resona.v5i1.627

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.