REVITALISASI LAGU ANAK BERSAMA UNEN UNEN KLINIK MUSIK KELILING DI DESA GUNUNGMOJO
Abstract
Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi digital membawa dampak signifikan terhadap pergeseran selera musik anak di Indonesia. Lagu anak yang semula berfungsi sebagai sarana edukasi, hiburan, dan pembentukan karakter mengalami kemunduran akibat paparan konten digital yang tidak terkendali. Anak-anak usia dini hingga sekolah dasar kini lebih familiar dengan lagu orang dewasa, seperti jedag-jedug, remix, dan Kpop dibandingkan lagu daerah maupun lagu anak yang sesuai dengan kebutuhan psikologisnya. Unen Unen Klinik Musik Keliling hadir sebagai komunitas pemberdayaan yang berfokus pada pengenalan dan penciptaan lagu anak bersama anak-anak di desa-desa Yogyakarta. Tujuan pelaksanaan program ini adalah untuk merancang modul pembelajaran yang kontekstual untuk klinik musik, merevitalisasi lagu-lagu anak, serta membangun ekosistem kesenian musik desa yang lebih holistik, aplikatif, dan berkelanjutan. Adapun pendekatan yang digunakan dalam pengabdian ini melalui beberapa tahap, yaitu tahap sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi. Hasil dari kegiatan ini anak-anak desa dapat memperoleh ruang untuk berkembang, meningkatkan potensi diri, dan mengaktualisasikan dirinya secara setara.
Abstract. The rapid advancement of digital technology and information systems has substantially transformed children’s musical preferences in Indonesia. Children’s songs, which traditionally served as media for education, entertainment, and character development, have undergone a marked decline as a result of uncontrolled exposure to digital content. Children from early childhood to primary school age are now more familiar with adult-oriented music, e.g., jedag-jedug (upbeat electronic dance music), remixes, and K-pop, than with local or developmentally appropriate children’s songs that align with their psychological needs. Unen-unen Klinik Musik Keliling serves as a community-based empowerment initiative dedicated to reintroducing and collaboratively composing children’s songs along with the children in rural areas of Yogyakarta. The program aims to develop a contextualized learning module for the music clinic, revitalize children’s songs, and foster a more holistic, practical, and sustainable rural music ecosystem. This community service initiative was implemented through three stages: socialization, training and mentoring, and evaluation. The results indicate that the program provided rural children with expanded opportunities to grow, enhance their individual potentials, and meaningfully actualize themselves within an equitable artistic learning environment.
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Djohan, D. (2020). Psikologi Musik. PT Kanisius. https://books.google.co.id/books?id=5i8HEAAAQBAJ
Leon, Y. (2025, May 24). Lestarikan Lagu Anak dan Daerah, Ratusan Siswa Tampil Pakai Baju Adat di Taman Budaya Yogyakarta. Harian Jogja. https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2025/05/24/510/1214700/lestarikan-lagu-anak-dan-daerah-ratusan-siswa-tampil-pakai-baju-adat-di-taman-budaya-yogyakarta
Mislikhah, S. (2021). Penanaman Nilai-Nilai Karakter Melalui Lagu Anak. GENIUS Indonesian Journal of Early Childhood Education, 2(1), 60–74. https://doi.org/10.35719/gns.v2i1.39
Natmed. (2025, February 3). Menteri PPPA Sebut Indonesia Krisis Lagu Anak. National Media Nusantara. https://natmed.id/menteri-pppa-sebut-indonesia-krisis-lagu-anak/
Wulandari, N. Y., Rahmatulloh, A. R., & Fitria, A. (2025). Achievement Motivation And Career Planning Untuk Siswa SMK PGRI 1 Sentolo. RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat, 9(1), 1. https://doi.org/10.35906/resona.v9i1.2252
DOI: http://dx.doi.org/10.35906/resona.v9i2.2690
Article Metrics
Abstract view : 24 timesPDF (Bahasa Indonesia) - 13 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.

Website Layout end Editing © 2016 Resona Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat on Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo.












.png)


.png)
