POLA PEMBERDAYAAN LEMBAGA EKONOMI MASYARAKAT SEBAGAI PENDUKUNG PENGEMBANAGN KAWASAN AGROWISATA LATUPPA

Rosmita A. Sarira, Indra Kusdarianto, I Ketut Patra

Abstract


Industri kepariwisataan merupakan salah satu industry yang mampu menggairahkan perekonomian masyarkat. Daerah – daerah yang maju industri pariwisata akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakatnya. Keberadaan industri pariwisata disuatu daerah dipengaruhi oleh banyak factor, dua di antaranya adalah regulasi pemerintah daerah setempat yang mendukung investasi di bidang keparawisataan dan potensi sumber daya dimiliki daerah tersebut. Sebagaimana diketahui bahwa kondisi alam Indonesia memiliki potensi penomena alam yang indah.

Penelitian tentang Pola Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Masyarakat Sebagai Pendukung Pengembanagn Kawasan Agrowisata Latuppa bertujuan untuk mengetahui peranan lembaga ekonomi masyarakat dalam mendukung kawasan agrowisata Latuppa dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Adapun metode analisis yang digunakan dalam indentifikasi tersebut adalah SWOT. Kerangaka SWOT adalah sebuah matrik dua kali dua. Metode yang digunakan untuk mengukur pengaruh keberadaan lembaga ekonomi terhadap pendapatan masyarakat dikasan agrowisata dapat dihitung dangan menggunakan metode analisis regresi sederhana.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan lembaga ekonomi masyarakat dalam pengembangan kawasan agrowisata belum optimal, oleh karena itu diperlukan starategi utama yaitu menggunakan beberapa kekuatan (strength) guna menangkap peluang (opportunity) ya ng ada. Serta secara umum pendapatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh keberadaan lembaga ekonomi yang ada.

References


Anonim, Surat Keputusan Bersama Menteri Pertanian dan Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Nomor: 204/KPTS/HK/050/4/1989 dan Nomor M.47/PW.DOW/MPPT/89 Tentang Pengembanga Wisata Agro.

Anonim, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2008 tentang Rencana Ruang Wilayah Nasional

Anonim, Undang – Undang RI Nomor 10 Tahun 2009 tentang Keparawisataan

Antara, M, (2009), Dampak Penggadaan Usaha Kecil Sektor Pariwisata Terhadap Pertumbuhan Perekonomian Bali: Suatu Pendekatan ( www.ejurnal.unud.ac.id, diakses tanggal 2 Mei 2011)

Ashari, (2006), Potensi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dalam Pembangunan Ekonomi Pedesaan dan Kebijakan Pengembangannya, Buletin KebijakaPertanian Volume 4 No. 2 Juni 20006 : 146 – 164.

Departemen Pertanian RI, (2003), Strategi Pengembangan Wisata Agro di Indnesia (www.databese.deptan.go.id , diakses tanggal 10 mei 2011)

Harun, R, (2008), Trik Megelolah Daerah Wisata (www.kabarindonesionline.com), diakses tanggal 10 mei 2011)

Karim, S. A, (2009), Strategi Pengembangan dan Pemasaran Parawisata di Daerah Kuranga Berkemban (www.wisatamelayu.com diaksese tangga l0 Mei 2011)

Pamulardi, B (2009), Tesis Pengembangan Agrowisata Berwawasan Lingkungan (Studi Kasus Desa Wisata Tingkat Salatiga),Program Magister Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang.

Pusat Litbang Agroklimat, (2002), Agrowisata Meningkatkan Pendapatan Petani (www.database.deptan.go.id , diakses tanggal 3 mei 2011)

Sastrayuda, G.S, (2010), Konsep Pengembangan Agrowisata (www.file upi,ude , Diakses tanggal 3 Mei 2011)

Sekretariat Jenral Deptan, (2009), Wisata Agro Idonesia ; Potensi Bisnis Berbaisis Ekonomi Kerakyatan (Berita Pertanian On-line , diakses tanggal 11 Mei 2011)

Sindyreta, (2010),Mengembangkan Agrowisata (www.sindy’sassingmentblogspot. com , diakses tanggal 3 mei 2011)

Tuwo, A, Prof. Dr. Ir. DEA, (2011), Pegelolaan Ekowisata Pesisir dan Laut ; Pendekatan Ekologi, Sosial Ekonimi dan Kelembagaan dan Sarana Wilayah, Penerbitan Brilian Internasional, Jawa Timur.

Utama, I G.B.R, (2008), Agrowisata sebagai Parawisata Alternatif (www.amikom.cc.id , diakses tanggal 3 Mei 2011)

Word Wildlife Fund – Indonesia, (2009), Prinsip dan kriteria Ekowisata Berbasi Masyrakat, Kerjasma Direktorat Produk Parawisata Ditjen Pengembnag Destinasi Wisata dan WWF – Indonesia Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.35906/je001.v1i1.50

Article Metrics

Abstract view : 389 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 479 times



 

 

Indexing In

 

Tools