FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PENYULUH PERTANIAN DALAM PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KAKAO DI KOTA PALOPO

Sapar Sapar, Lanteng Butami

Abstract


Abstrak: Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah peningkatan kemampuan petani dalam berusahatani kakao sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas kakao sehingga para petani kakao semakin sejahtera secara ekonomi, sosial dan budaya. Kinerja penyuluh pertanian yang baik berdampak pada perbaikan kinerja petani dalam memproduksi kakao. Kinerja penyuluh ini terarah pada pemecahan masalah yang dihadapi oleh petani dalam melaksanakan usahatani kakao. Target khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: diketahuinya faktor-faktor yang memengaruhi kinerja penyuluh pertanian kakao dalam peningkatan produktivitas kakao di Kota Palopo sehingga berdampak pada peningkatan kemampuan petani kakao dalam berusahatani kakao. Unit analisis penelitian adalah penyuluh pertanian yang populasinya adalah 111 orang penyuluh pertanian. Berdasarkan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan lima persen, diperoleh sampel berjumlah 87 orang penyuluh pertanian. Sampel diambil secara proporsional random sampling dari Telluwanua (14 orang), Bara (9 orang), Wara Utara (10 orang), Wara (11 orang), Wara Barat (9 orang), Wara Timur (9 orang) Wara Selatan (9 orang), Mungkajang (7 orang) dan Sendana (9 orang). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, dengan menjadikan angket sebagai bahan utama mengumpulkan data. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan Regresi Berganda dengan program SPSS 21.0 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umur berpengaruh -0,018 terhadap kinerja penyuluh, pendidikan formal berpengaruh -0,032, pelatihan teknis 0,061, pengalaman kerja 0,111, lokasi tugas -0,756, luas wilayah kerja -0,012, jumlah petani binaan -0,082 dan interaksi dengan petani 0.045 terhadap kinerja penyuluh pertanian kakao. Simpulan penelitian ini adalah umur, pendidikan formal, pelatihan teknis, pengalaman kerja, luas wilayah kerja, jumlah petani binaan dan interaksi dengan petani binaan secara statistik tidak berpengaruh terhadap kinerja penyuluh pertanian sedangkan lokasi tugas berpengaruh terhadap kinerja penyuluh pertanian, karena itu disarankan kepada atasan penyuluh pertanian kakao untuk memperhatikan faktor-faktor tersebut khususnya lokasi tugas penyuluh.
Kata kunci: Kinerja, Penyuluh Pertanian, usahatani kakao

References


Buku

Atmosoeprapto K. 2008. Menuju SDM Berdaya: Dengan Kepemimpinan Efektif dan Manajemen Efisien. Jakarta: PT Alex Media Komputindo, Kelompok Gramedia.

Armansyah 2007. Growth Need Strength sebagai Moderator Hubungan antara Karakteristik Pekerjaan dengan Kepuasan Kerja Secara Umum. Jakarta: Universitas Indonesia.

Rosyada A. 2009. Paradigma Pendidikan Gratis, Sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Indonesia.

Sapar. 2010. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kinerja Penyuluh Pertanian dan Dampaknya pada Kompetensi Petani Kakao di Empat Wilayah Sulawesi Sekatan. Bogor: Makaira Printing Plus

Saydam G. 2007. Built in Training. Jakarta: Rosda.

Wibowo. 2007. Manajemen Kinerja. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Zainun B. 2009. Administrasi dan Manajemen Kepegawaian. Jakarta: Haji Mas Agung

Jurnal, Artikel, Laporan Hasil Penelitian dan Prosiding

Bestina S, Slamet H, Amiruddin S. 2010. Kinerja Penyuluh Pertanian dalam Pengembangan Agribisnis Nenas di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Laporan Hasil Penelitian. Kendari: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kendari.

Lasmahadi, A. 2002. Sistem Manajemen Sumberdaya Manusia Berbasis Kompetensi. http://www.sdm.go.id. Diakses 2 Pebruari 2011

Sapar. 2011. “Faktor-Faktor yang Berpengaruh pada Kinerja Penyuluh Pertanian dan Dampaknya pada Kompetensi Petani Kakao di Empat Wilayah Sulawesi Selatan.â€J. Forum Pascasarjana, Vol 34 No. 4 hal: 297-305




DOI: http://dx.doi.org/10.35906/jep01.v3i1.173

Article Metrics

Abstract view : 1905 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 3513 times