Pemberdayaan Kelompok Disabilitas Di Yayasan Transfigurasi Tabor Mulia Kota Kupang dalam Pengolahan dan Pemanfaatan Pupuk Organik dari Sampah Organik

Apolonia Godho, Beatriks Ame, Yofenta Kara, Maria Anjelina Nay, Erna Taosus, Elsa Sariati Malelak, Frida Hoar, Marselina Ratna, Maria fatima Letek Tereng, Ordiana Sian Loe, Rikardus Herak

Abstract


Masalah yang dihadapi yaitu rendahnya pemahaman masyarakat terhadap potensi bahan alam sebagai pupuk organik yang berkonskuensi logis pada kemauan untuk membentuk keterampilan dalam mengolah atau meramu bahan alam tersebut menjadi pupuk organik rendah pula. Sehingga masyarakat tidak berkeinginan apalagi memperbiasakan diri untuk menggunakan pupuk organik alamiah dalam keseharian hidup mereka. Solusi yaitu melakukan kegiatan yang dapat memberikan pemahaman membentuk keterampilan dan pola tindak terhadap pembuatan dan penggunaan pupuk organik alami. Metode yang digunakan yaitu pemberian orentasi konseptual mengenai potensi dan prosedur dalam suatu forum, membimbing paraktik pembuatan pupuk organik alamiah melalui penerapan prosedur-prosedur kepada para peserta. Selanjutnya, dilakukan indoktrinasi pembudayaan atau pembiasaan untuk menggunakan pupuk organik alamiah dalam kehidupan sehari-hari. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu tumbuhnya pemahaman tentang potensi bahan alam sebagai pupuk oganik alamiah, terbentuknya keterampilan dalam meramu bahan alam potensial menjadi pupuk organik alamiah dan pada ahkirnya dihasilkan produk berupa pupuk organik alami yang dipraktikkan penggunaannya dalam pertanian Holtikultura.

Kata Kunci: Pemberdayaan; Pengolahan, pemanfaatan, Pupuk Organik

 

 

Abstract. The problem faced by the community's low understanding of the potential of natural materials as organic fertilizers which have a logical consequence on the willingness to form skills in processing or concocting natural materials into organic fertilizers is also low. So that the community does not want, let alone accustom themselves to using natural organic fertilizers in their daily lives. The solution is to carry out activities that can provide an understanding of how to form skills and patterns of action towards the manufacture and use of natural organic fertilizers. The method used was giving conceptual presentations on potentials and procedures in a forum, guiding the practice of making natural organic fertilizers through the application of procedures to the participants, then indoctrinating the culture or habituation to use natural organic fertilizers in daily life. The results obtained from this activity are; growing understanding of the potential of natural materials as natural organic fertilizers, the formation of skills in gathering potential natural materials into natural organic fertilizers, and in the end the products are produced in the form of natural organic fertilizers which are practiced in the use of horticultural agriculture.

Keywords: Empowerment, processing, utilization, Organic Fertilizer


References


Direktorat Jendral Hortikultura. 2005. Laporan Tahunan Direktorat Jendral Hortikultura Tahun 2004. Jakarta: Direktorat Jenderal Hortikultura.

Musnamar, E. I. 2003. Pupuk Organik Padat: Pembuatan dan Aplikasinya. Jakarta: Penebar Swadaya.

Novizan. 2007. Petunjuk Pempukan yang Efektif. Jakarta: Agro Media Pustaka

Santi, Kusumo. 1996. Komposisi Media Tumbuh yang Cocok untuk Perbanyakan In Vitro Bromelia. Jurnal Hortikultura 5(5): 94-98.

Setyawan, A. 2002. Pengomposan Sampah Pasar (Organik) dan Kotoran sapi Menggunakan Inokulan Isi Rumen Kerbau dan Sapi pada Konsentrasi Berbeda. Skripsi. IPB: Bogor

Zulkarnain. 2009. Dasar-dasar Hortikultura. Jakarta: Bumi Aksara.




DOI: http://dx.doi.org/10.35906/resona.v4i2.566

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.