Pelatihan Sadar Wisata Dan Sapta Pesona Bagi Masyarakat Desa Sidomulyo, Pengasih, Kulon Progo

Ani Wijayanti, Heni Widyaningsih, Atun Yulianto, Wisnu Hadi

Abstract


Abstrak. Sadar wisata merupakan hal mendasar yang harus dipahami oleh setiap lapisan masyarakat. Kesadaran wisata yang tinggi mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif dalam pembangunan pariwisata. Upaya peningkatan sadar wisata bagi masyarakat di desa Sidomulyo sangat penting, karena desa ini sedang mengembangkan pariwisata. Desa Sidomulyo mempunyai potensi wisata yang sangat kuat, namun belum didukung dengan kesiapan sumber daya manusia. Selain itu, tingkat sandar wisata masyarakat Sidomulyo juga masih sangat rendah. Penyiapan sumber daya manusia dilakukan melalui berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga bisa menjadi penggerak utama pengembangan desa wisata dan mengalami peningkatan dari aspek perekonomian. Pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu upaya peningkatan kualitas SDM dalam rangka meningkatkan sadar wisata. Metode yang digunakan yakni teknik ceramah dan pendekatan partisipatif. Masyarakat terlibat langsung dalam pelatihan melalui diskusi yang interaktif. Dari hasil pelatihan ini, masyarakat mempunyai pemahaman yang kuat tentang pentingnya pengembangan desa wisata dan meningkatkan kesadaran untuk terlibat aktif dalam pengelolaan desa wisata.

Kata Kunci: Sadar wisata, wisata desa, Pentahelix, Pemberdayaan

 

Abstract. Tourism awareness is an essential thing that must be understood by every level of society. High tourism awareness encourages people to participate in tourism development actively. Efforts to increase awareness of tourism of the community in the village of Sidomulyo is significant because this village is developing tourism. Sidomulyo village has powerful tourism potential but has not been supported by the readiness of human resources. Besides, the level of tourism restoration for the people of Sidomulyo is still shallow. The preparation of human resources is done through various training to improve the quality of human resources. It can be a significant driver of the development of tourist villages and an increase in the economic aspects. This community service is an effort to improve the quality of human resources to increase tourism awareness. The method used is the lecture technique and participatory approach. The community is directly involved in the training through interactive discussions in this program. From the results of this training, the community has a strong understanding of the importance of developing tourist villages and raising awareness to be actively involved in the management of tourism villages.

Keywords: Tourism Awareness, Village Tourism, Pentahelix, Empowerment


References


Arevin, A.T. 2007. Perencanaan Dan Rancangan Program Penyuluhan Sadar Wisata Bagi Pengelola Usaha Rumah Makan Di Kota Bogor. Panorama Nusantara, 10 (3).

Evans, N., David, C., dan George, S. 2003. Strategic Management for Travel and Tourism. Oxford: Butterworth-Heinemann.

Hadiwijoyo, S.S. 2012. Perencanaan Pariwisata Perdesaan berbasis Masyarakat. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Kusworo, H.A dan Damanik, J. 2002. Pengembangan SDM Pariwisata Daerah: Agenda Kebijakan untuk Pembuat Kebijakan. Jurnal Ilmu Sosial & Ilmu Politik, 6 (1), 105-120.

Mamonto, Nazlina., Gosal, Ronny., & Singkoh, Frans. 2017. Pemberdayaan Masayarakat dalam Menunjang Sektor Pariwiata sebagai Pendukung Perekonomian. Jurnal Eksekutif, 1 (1), 1-9.

Mikkelsen, B. 2003. Metode Penelitian Partisipatoris dan Upaya-upaya Pemberdayaan: Sebuah Buku Pegangan Bagi Para Praktisi Lapangan, Terjemahan Matheos Nalle. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Nuryanti, Wiendu. 1993. Concept, Perspective and Challenges. Makalah Bagian dari Laporan Koneferensi Internasional mengenai Pariwisata Budaya. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Pendit, N.S. 2003. Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar Perdana. Jakarta: Pradnya.

Priowirjanto, G.H. 2001. 'Birokrasi dan Kebijakan Pariwisata Indonesia Menghadapi AFTA 2003.' Makalah dalam Seminar Pariwisata yang Diselenggarakan oleh Jogja Tourism Training Center di Yogyakarta, 21 Juli 2001.

Sanjaya, W. 2006. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Setiawan, R.I. 2016. Pengembangan Sumber Daya Manusia di Bidang Pariwisata: Perspektif Potensi Wisata Daerah Berkembang. Jurnal Penelitian Manajemen Terapan (PENATARAN), 1(1), 23-35.

Soemaryani, I. 2016. Pentahelix Model To Increase Tourist Visit To Bandung And Its Surrounding Areas Through Huan Resource Development. Academy of Strategic Management Journal, 15 (3).

Sulistiyani, A.T. 2004. Kemitraan dan ModelModel Pemberdayaan. Yogyakarta: Gava Media.

Wahab, S dan Piagram, J.J. 1997. Tourism Development and Growth: The Challenge Of Sustainable. Routhledge. London and Newyork.

Zakaria, F dan Suprihardjo, R.D. 2014. Konsep Pengembangan Kawasan Desa Wisata di Desa Bandungan Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan. Jurnal Teknik Pomits, 3(2), 2337-3520.




DOI: http://dx.doi.org/10.35906/resona.v4i1.468

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.