Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di MTs Mizanul Ulum Sanrobone Kabupaten Takalar

Umar Mansyur, Rahmat Rahmat

Abstract


Abstrak. Gemar membaca berperan penting dalam pendidikan. Sejauh ini praktik pendidikan yang berjalan di sekolah belum memperlihatkan fungsi sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang berupaya menjadikan warganya menjadi gemar dan terampil membaca-menulis. Rendahnya budaya literasi masih menjadi masalah serius yang dihadapi pemerintah. Berbagai program dicanangkan, salah satunya Gerakan Literasi Sekolah (GLS). GLS adalah upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah dan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem pendidikan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menumbuhkembangkan budi pekerti siswa di MTs Mizanul Ulum Sanrobone Kabupaten Takalar melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah agar menjadi pembelajar sepanjang hayat. Metode yang digunakan adalah praktik, ceramah, dan penyuluhan. Iptek yang ditransfer dibagi dalam tiga tahapan, yakni pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Hasil kegiatan yang dicapai antara lain: pembiasaan membaca 15 menit sebelum/sesudah jam pelajaran, menyalurkan donasi buku dan menata perpustakaan sekolah, menciptakan lingkungan sekolah yang kaya teks, pemasangan poster motivasi literasi di ruang kelas dan perpustakaan, menata kelas yang nyaman untuk siswa belajar, serta menyosialisasikan program literasi kepada guru dan pustakawan sekolah. Kendala yang temukan adalah minimnya referensi yang tersedia di perpustakaan sekolah, terutama buku-buku nonpelajaran, seperti buku-buku sastra, sejarah populer, dan sebagainya.

 

 

Abstract. Reading fondness plays a vital role in education. So far, the practice of teaching that runs in schools has not shown the function of schools as learning organizations that seek to make their citizens fond and skilled in reading and writing. The low culture of literacy is still a severe problem faced by the government. Various programs were launched; one of them was the School Literacy Movement (GLS). GLS is a comprehensive effort involving all school and community members as part of the education ecosystem. The purpose of this community service activity is to foster student morale at Mizanul Ulum Sanrobone Takalar District through the culture of the school literacy ecosystem, which is manifested in the School Literacy Movement to become a lifelong learner. The method used is practice, lecture, and counseling. The transferred science and technology are divided into three stages, namely habituation, development, and learning. The results of this activity were there is an improvement in reading habits 15 minutes before or after class, and the school library starts to donate and organize its assets. Creating a school environment that is rich in text, mounting motivational posters in classrooms and libraries, arranging comfortable classes for students to learn, and disseminating literacy programs to teachers and school librarians also became the outcome of this activity. The obstacle found was the lack of references available in school libraries, especially non-learning books, such as literary books, modern history, and so on.


References


Faradina, N. 2017. Pengaruh Program Gerakan Literasi Sekolah terhadap Minat Baca Siswa di SD Islam Terpadu Muhammadiyah An-Najah Jatinom Klaten. Jurnal Hanata Widya, 6(8), 60–69.

Hadiansah, D., Pringgiandi, D.R., & Putra, F.S. 2019. Pelatihan Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Media Sosial untuk Promosi Sekolah di Lingkungan Yayasan Al-Qomariyah Kabupaten Garut. RESONA: Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat, 3(1), 1–9.

Indra, D., Mansyur, U., & Satra, R. 2019. Pemanfaatan Information And Comunication Technology (ICT) Pada SLB Negeri 2 Makassar. Celebes Abdimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2).

Kemdikbud. 2016. Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama.

Kompas. 2016. Minat Baca Indonesia Ada di Urutan ke-60 Dunia. (https://edukasi.kompas.com/ read/2016/08/29/07175131/minat.baca.indonesia.ada.di.urutan.ke-60.dunia, Diakses tanggal 15 November 2019).

Mansyur, U. & Akidah, I. 2018. Peningkatan Kompetensi Profesional Guru MTs DDI Padanglampe Kabupaten Pangkep Melalui Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah. JPPM: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(2), 273–278. https://doi.org/10.30595/jppm.v2i2.2589

Mansyur, U. & Rahmat. 2019. Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas bagi Guru MTs Mizanul ‘Ulum Desa Sanrobone Kabupaten Takalar. J-ABDIPAMAS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 3(2), 47–54.

Mansyur, U. 14 Maret 2018. Mahasiswa dan Dosen UMI Serukan Gerakan Gempusta. Tribun Timur, 10.

Mansyur, U. 2016. Bahasa Indonesia dalam Belitan Media Sosial: Dari Cabe-Cabean Hingga Tafsir Al-Maidah 51. In Prosiding Seminar Nasional & Dialog Kebangsaan dalam Rangka Bulan Bahasa 2016 (pp. 145–155). Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin.

Mansyur, U. 2018. Korelasi Minat Baca dengan Kemampuan Menulis Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia UMI. Multilingual: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan, 17(1), 11-22.

OECD. 2014. PISA 2012 Results in Focus. Programme for International Student Assessment, 1–44. http://doi.org/10.1787/9789264208070-en.

Teguh, M. 2013. Gerakan Literasi Sekolah Dasar. In Prosiding Seminar Nasional: Aktualisasi Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar melalui Gerakan Literasi Sekolah untuk Menyiapkan Generasi Unggul dan Budi Pekerti (pp. 18–26).




DOI: http://dx.doi.org/10.35906/resona.v3i2.383

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.