Teknik Penggunaan Pupuk Fosfat Terhadap Rumput Laut (Gracilaria verrucosa) Di Tambak Budidaya Lakawali Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan

Irman Halid, Patahiruddin Patahiruddin

Abstract


Abstrak. Fosfat merupakan salah satu nutrien yang mempengaruhi pertumbuhan dan menjadi unsur hara yang esensial bagi tumbuhan dan algae akuatik serta sangat mempengaruhi tingkat produktivitas perairan. Rumput laut (Gracilaria verrucosa) merupakan salah satu jenis alga merah (Rhodophyta) yang banyak dibudidayakan di tambak dan menjadi bahan dasar penghasil agar. Agar digunakan sebagai pengental yang larut dalam air dan pengemulsi dalam industri makanan, obat-obatan, kosmetik, kertas, tekstil, minyak bumi, dan bioteknologi. Tingginya permintaan, harga tinggi, bibit mudah diperoleh dan masa panen yang singkat menjadikan G.verrucosa sebagai salah satu komoditas unggulan di sektor  budidaya perikanan. Pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan yang dilaksanakan pada tanggal 30 Pebruari 2019 dengan tujuan untuk memperkenalkan teknologi budidaya G.verrucosa yang efektif dan efisien. Dengan kegiatan pegabdian, diharapkan terjadi peningkatan partisipasi pembudidaya G.verrucosa yang bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat (sasaran) dalam menerapkan strategi produksi agar mempercepat terjadinya perubahan-perubahan kondisi sosial, politik dan ekonomi sehingga mereka dapat (dalam jangka panjang) meningkatkan taraf hidup pribadi dan masyarakat pembudidaya G.verrucosa di Lakawali, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Dampak dan manfaat kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan penggunaan pupuk fosfat, keterampilan dan sikap pembudiya G.verrucosa. Capaian keberhasilan kegiatan penyuluhan ditandai timbulnya partisipasi aktif dari pembudidaya G.verrucosa dalam mengadopsi teknologi dan peningkatan produksi G.verrucosa.

 

 

Abstract. Phosphate is one of the nutrients that affect growth and is an essential nutrient for plants and aquatic algae and dramatically affects the level of marine productivity. Seaweed (Gracilaria verrucosa) is one type of red algae (Rhodophyta), which is widely cultivated in ponds and is the essential ingredient in producing agar. Agar used as a water-soluble thickener and emulsifier in the food, medicine, cosmetics, paper, textile, petroleum, and biotechnology industries. High demand, high prices, easy to obtain seeds, and a short harvest period make G.verrucosa as one of the leading commodities in the aquaculture sector. This service uses counseling methods implemented on 30 February 2019 to introduce effective and efficient G.verrucosa cultivation technology. Hopefully, the community service activities will increase in the participation of G.verrucosa farmers who aim to facilitate the community (target) in implementing production strategies to accelerate changes in social, political, and economic conditions so that they can (in the long term) improve their personal and community lives. G.verrucosa farmers in Lakawali, East Luwu Regency, South Sulawesi. The impact and benefits of this activity are increased knowledge of the use of phosphate fertilizer, the skills, and attitudes of G.verrucosa pembudiya. The achievement of the success of extension activities marked the emergence of active participation of G.verrucosa farmers in adopting technology and increasing G.verrucosa production.

References


Alamsjah, M.A., N.O Ayuningtiaz., dan S. Subekti. 2010. Pengaruh lama penyinaran terhadap pertumbuhan dan klorofil a Gracilaria verrucosa pada sistem budidaya indoor. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 2 No. 1: 21-30.

Alifatri, L. 2012. Laju pertumbuhan dan kandungan agar Gracilaria verrucosa dengan perlakuan bobot bibit terhadap jarak tanam di tambak balai layanan usaha produksi perikanan budidaya Karawang. Jawa Barat. Skripsi. IPB. Bogor.

Anggadiredja, J.T., Zatnika, A., Purwoto, H., dan Istini, S. 2006. Rumput laut; pembudidayaan, pengolahan dan pemasaran komoditas perikanan potensial. Penebar Swadaya. Jakarta.

Aslan, M. 2006. Budidaya rumput laut. Kanisius. Yogyakarta.

Brower, J.E., Zar, J.H., and von Ende, C.N. 1990. Field and laboratory methods for general ecology. Third edition. America: Wm.C. Brown Publishers.

Buschmann, A.H., D. Varela., M. Cifuentes., M.C. Hernandez-Gonzalez., L. Henriquez.,R. Westermeier., and J.A. Correa. 2004. Experimental indoor cultivation of the carrageenophytic red algae Gigartina skottsbergii. Aquaculture 241: 357-370.

Dinas Kelautan dan Perikan Sulawesi Selatan, 2008. Faktor pengelolaan yang berpengaruh terhadap produksi rumput laut (Gracilaria verrucosa) dl tambak tanah sulfat masam (studi kasus dl Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan. http://ikanmania.wordpress.com. Di akses tanggal 20 November 2016.

Glenn, E.P., and M.S. Doty. 1990. Growth of seaweed Kappaphycus alvarezii, Kappaphycus striatum and Eucheuma denticulatum as effeted by enviroment in Hawaii. Aquaculture 84: 245-255.

Gordillo, F.J.L., M.J. Dring., and G. Savidge. 2002. Nitrate and phosphate uptake characteristics of three species of brown algae cultured at low salinity. Marine Ecology Progress Series Vol. 234: 111-118.

Kartono., M.Izzati., Sutimin., dan D. Insani. 2008. Analisis model dinamik pertumbuhan biomassa rumput laut Gracillaria verrucosa. Jurnal Matematika Vol. 11 No.1: 20-24.

Nybakken, J.W. 1988. Biologi laut, suatu pendekatan ekologi. Terjemahan. Gramedia Jakarta. 459 hal.

Patahiruddin. 2015. Pengaruh kerapatan bibit terhadap pertumbuhan rumput laut (Gracilaria verrucosa (Hudson) Papenfuss) di tambak budidaya Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan. Tesis.

Rejeki, S., R.W.Ariyati,. L.L. Widowati., and R.H. Bosma. 2018. The effect of three cultivation methods and two seedling types on growth, agar content and gel strength of Gracilaria verrucosa. Egyptian Journal of Aquatic Research 44. 65–70.

Tijssen, S.B., M. Mulder and F.J. Wetsteyn. 1990. Production and Consumption Rates of Oxygen, and Vertical Oxygen Structure in the upper 300 m in the eastern Banda Sea During and After the Upwelling Season, August 1984 and February/ March 1985. –Proc. Snellius-II Symp., Neth. J. Sea Res. 25: 485 – 499.

Tomokazu, N., Y. Kosuke., D. Aki., and W. Yoso. 2004. Nitrate and phosphate uptake rates of Sargassum patens and Sargassum siliquastrum. Kyoto Furitsu Kaiyo Senta Kenkyu Hokoku, vol. 26. Japan. Page 21-29.

Yunus., I.W. Abida., dan F.F. Muhsoni. 2010. Pengaruh fosfat (TSP 36) terhadap pertumbuhan rumput laut. Jurnal Kelautan Vol 3. No 2.

Zatnika, A. 1994. Teknologi budidaya rumput laut. Makalah pada seminar pekan akuakultur V. Tim rumput laut Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.35906/resona.v3i2.355

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.