KELAYAKAN FINANCIAL DAN EKONOMI USAHA PEMBUATAN PAKAN TERNAK LIMBAH AMPAS SAGU (Metroxylon Sago)

Haedar Haedar, Mahammad Kasran

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi biaya baik secara finansial maupun secara ekonomi dan penentuan manfaat finansial dan manfaat ekonomi terhadap kelayakan produksi Limbah Ampas Sagu dalam upaya pemanfaatannya menjadi produk pakan ternak bernilai ekonomis dan komersial. Ketersediaan ampas sagu yang melimpah dihasilkan dari proses pengolahan sagu (Metroxylon sagu) merupakan masalah bagi masyarakat pedesaan karena mencemari lingkungan dan menjadi limbah yang tidak berguna. Pemanfaatan limbah sagu dalam skala besar masih jarang dilakukan di Indonesia. Salah satu alternative lain dalam memanfaatkan limbah ampas sagu adalah mengkonversi menjadi bahan baku utama pembuatan pakan ternak. Hal ini memu ngkinkan menjadi
solusi untuk memutus rantai kemiskinan dari meluasnya tingkat kemiskinan di pedesaan serta rendahnya tingkat produksi dan pendapatan masyarakat. Salah satu kendala yang dihadapi oleh usaha peternakan adalah belum tercukupinya kebutuhan nutrisi ternak dan mahalnya harga pakan jadi dipasaran, sehingga masih dibutuhkan upaya dalam menanggulangi dengan menggali sumber pakan alternative yang terjangkau dan dan melimpah jumlahnya. Data yang akan digunakan meliputi data primer dan sekunder. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini untuk penentuan manfaat finansial dan manfaat ekonomi, penentuan biaya finansial dan biaya ekonomi, menggunakan metode penentuan harga bayangan, metode perkiraan Opportunity Cost of Capital (OOC),
analisis kelayakan Investasi dan analisis sensitivitas. Hasil analisis kelayakan finansial maka usaha pembuatan pakan ternak berbahan dasar limbah ampas sagu layak untuk dilaksanakan. Hasil analisis sensitivitas dengan skenario menunjukkan bahwa pada usaha pembuatan pakan ternak ini akan tidak layak dilaksanakan pada kondisi jika terjadi penurunan jumlah output (limbah apas sagu) sebesar 10 persen disertai dengan penurunan captive market sebesar 10 persen, biaya tetap (tenaga kerja ahli dan operasional) sebesar 20 perse n. Analisis Switching Value menunjukkan usaha ini akan tidak layak pada penurunan potensi limbah ampas sagu lebih dari 18,428 persen dan penurunan captive market sebesar 12 persen

References


Flach, M., 1977. 'Yield Potential of the Sago Palm, Metroxylon sagu, and its Realization.' In K. Tan (ed.) Sago-76: Papers of the First International Sago Symposium. Kuala Lumpur: Kamajuan Kanji.

Flach, M., 1997. Sago palm. Metroxylon sagu Rottb. Promoting the conservation and use of underutilized and neglected crops. Rome: International Plant Genetic Resources Institute.

Ginting, G.S, 1991. Keterpaduan Ternak Ruminansia dengan Perkebunan, Produksi dan Nilai Nutrisi. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian.

Gittinger, James Price. 1986. Analisa ekonomi Proyek-proyek Pertanian, Universitas Indonesia Press. Jakarta.

Gray, Clive dan Payaman Simanjutak, Lien K. Sabur, P.F.L. Maspaitella, R.C.G. Varley. 2002. Pengantar Evolusi Proyek. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Khan, M.A., M. Sarwar and M.M.S. Khan. 2004. Feeding value of urea treated corncobs ensiled with or without enzose (corn dextrose) for lactating crossbred cows. Asian-Australia Journal Animimal Science. 8: 1093 – 1097.

Kiston Simanihuruk, A. Chaniago dan J. Sirait. Silase ampas sagu sebagai pakan dasar pada Kambing kacang sedang tumbuh. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2011. Prosiding.

Kompiang, I.P. 1995. Kumpulan Hasil Penelitian Ternak Unggas dan Aneka Ternak. Balai Penelitian Ternak, Ciawi.

Mirnawati dan G. Ciptaan. 1999. Pemakaian empulur sagu (metroxilon sp) fermentasi dalam ransum terhadap retensi nitrogen dan rasio efisiensi protein pada ayam Broiler. Jurnal Ilmu Peternakan dan Lingkungan. 5(01): 8-12.

Nurdin. M. 1995. Pemanfaatan Ampas Sagu Sebagai Subtrat Pembuatan Protein Sel Tunggal. Laporan Hasil Penelitian, Lembaga Penelitian Unhalu. Kendari.

NRC. 1981. Nutrient Requirement of Goats: Angora, Dairy, and Meat Goats in Temperate and Tropical Countries. National Academy Pr., Washington DC.

Nurkurnia, E. 1989. Hasil Fermentasi Rumen Kambing Kacang Betina dengan Pemberian Beberapa Tingkat Ampas Sagu (Metroxylon sp.) dalam Ransum. Skripsi. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Prastowo, B. 2007. Potensi sektor pertanian sebagai penghasil dan pengguna energy terbarukan. Perspektif 6(2): 84 – 92.

Ruddle, K. E. A., 1978. Palm Sago: A Tropical Starch from Marginal Lands. Honolulu: University of Hawaii Press.

Rumalatu. F.J. 1981. Distribusi dan potensi pati beberapa sagu (Metroxylon sp.) di daerah Seram Barat. Karya Ilmiah. Fakultas Pertanian/Kehutanan yang berafiliasi dengan Fateta IPB, Bogor.

Sapieza, D.A. dan K.K. Bolsen. 1993. Teknologi Silase (Penanaman, Pembuatan dan Pemberiannya pada Ternak). Penerjemah: Martoyondo Rini B.S.

Sembiring, Andri, 2002. Analisis Kelayakan Finansial dan Ekonomi Proyek Land Application. Skripsi Jurusan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

Townsend, P. K., 1977. 'The Cultural Ecology of Sago in New Guinea.' In K. Tan (ed.) Sago- 76: Papers of the First International Sago Symposium, pp. 91-95.

Trisnowati, 1991. Kecernaan in vitro Ampas Sagu Metroxylon yang Diperlakukan Secara Biologis. Skripsi. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Uhi, H.T., Usman, S. Tirajoh, dan B. Tiro. 1997. Pengkajian pemanfaatan pakan ternak potensial di Irian Jaya. Laporan Hasil Pengkajian LPTP Koya Barat, Jayapura.

Harry Tum dan Batsebat Wiro (1999). Pemanfaatan Ampas Sagu (Metroxylon Sagu) Sebagai Pakan Ayam. Seminar Nasional dan Veteriner.

Vyas, V. S, “Some Aspect of Struktural Change in Indian Agriculture,” Indian J. Agri. Economics., vol. XXXIV, No. Januari Maret 1979.