KEMISKINAN NELAYAN TRADISIONAL SERTA DAMPAKNYA TERHADAP PERKEMBANGAN KUMUH

Goso Goso, Suhardi M Anwar

Abstract


Komunitas bangsa Indonesia yang teridentifikasi sebagai golongan miskin saat ini adalah nelayan, di mana 14,58 juta jiwa atau 90 persen dari 16,2 juta jumlah nelayan di Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Di Kelurahan Ponjalae dan Tapong terdapat 51 Kepala Keluarga bekerja sebagai nelayan tradisional tergolong ke dalam kelompok masyarakat miskin. Penelitian ditujukan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab dan bentuk kemiskinan nelayan tradisional di Kelurahan Ponjalae dan Tapong, dengan metodedeskriptif kualitatif menggunakan data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner, wawancara dan pengamatan. Data sekunder dilakukan dengan mengumpulkan dokumen-dokumen terkait topic penelitian. Kehadiran lembaga ekonomi seperti koperasi belum sepenuhnya dapat membantu peningkatan taraf hidup nelayan tradisional. Hal ini ditandai dengan tidak adanya akses nelayan tradisional terhadap lembaga tersebut dalam memperoleh modal usaha. Ditambah lagi dengan pendapatan mereka yang tidak menentu membuat nelayan tergatung kepada pemilik modal yang tidak hanya sebatas kebutuhan modal usaha dan alat produksi, malah sampai kepada biaya kebu tuhan hidup keluarga sehari-hari. Hasil penelitian mengkonfirmasi factor-faktor yang berpengaruh terhadap kemiskinan nelayan tradisional penyebab perkampungan kumuh kota yaitu; factor kualitas sumber dayamanusia; factor ekonomi; dan factor kelembagaan. Bentuk kemiskinan yang terjadi di masyarakat kumuh Kota Palopo adalah kemiskinan natural dan kultural.

References


Bengen. D.G. (2001). Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir Secara Terpadu, Berkelanjutan dan Berbasis Masyarakat. Makalah pada Sosialisasi Pengelolaan Sumberdaya Berbasis Masyarakat. Bogor, 21-22 September 2001.

Friedmann, Jhon. (1992). Empowerment: The Politics Alternative Development. Chambridge, Blackwell.

_______. (1995). Ekonomi dan Keadilan Sosial. Aditya Media. Yogyakarta.

Purwanti, P. (1994). Curahan Waktu dan Produktivitas Kerja Nelayan di Kabupaten Pasuruan. Program Pascasarjana. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Tesis. Tidak dipublikasikan.

Rahardja, Pratama. dkk. (2008). Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi & Makroekonomi). Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta.

Satria, Arif. (2001). Dinamika Modernisasi Perikanan: Formasi Sosial dan Mobilitas

Nelayan. HUP. Bandung.

Sigit, H. (1993). Masalah Perhitungan Distribusi Pendapatan di Indonesia. Prisma. LP3ES.

Jakarta.

Salim, E. (1984). Perencanaan Pembangunan dan Pemerataan Pendapatan. Yayasan Idayu. Jakarta.

Situmorang, Chazali. (2008). Penanganan Masalah Kemiskinan di Sumatera Utara (Poverty Reduction At North Sumatera). Jurnal Pembangunan.

Soedjatmoko. (1995). Dimensi Manusia dalam Pembangunan. dalam Bahtiar Chamsyah:

Teologi Penanggulangan Kemiskinan. LP3ES. Jakarta.

Sudarso. (2008). Tekanan Kemiskinan Struktural Komunitas Nelayan Tradisional di Perkotaan. Jurnal Ekonomi. FISIP. Univesitas Airlangga. Surabaya.

Sudrajad, Iwan. (2008). Membangkit Kekuatan Ekonomi Nelayan. Jurnal Ekonomi. Ekonomi UNDIP. Semarang. Jawa Tengah.

Supradin dan Rahmania, Rohana. (2007). Kajian Kemiskinan Partisipatif Kota Kendari, Kota Bau-Bau, Kabupaten Konawe, Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Pembangunan.

Surya, Alwin. (2009). Studi Deskriptif Potret dan Kehidupan Keluarga Nelayan Tradisional

Medan Labuhan. Jurnal Sain, Teknologi, Kesehatan, Sosial, Ekonomi & Imformatika. Volume 2, Nomor 1, Ferbruari 2009. Media Prima Sain 2009.

Suryawaty, Chriswardani. (2005). Memahami Kemiskinan Secara Multidimensional,

Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurnal Pembangunan. Universitas Diponegoro. Semarang. Jawa Tengah.

Tadaro, Michel.P. (2000). Pembangunan Ekonomi. Bumi Aksara.

Tarigan, Robinson. (2007). Ekonomi Regional, Teori dan Aplikasi. Bumi Aksara