BUDAYA LOKAL MALUKU “PELA GANDONG” DALAM KONTEKS PERILAKU ORGANISASI

Elsina Huberta Aponno

Abstract


Penelitian ini bertjuan untuk memaknai budaya lokal Maluku “Pela gandong” dalam konteks perilaku organisasi. Budaya sebagai program mental pada sekelompok orang menjadi dasar bagi pembentukan kepribadian dari orang-orang dalam kelompok tersebut. Proses budaya mempengaruhi perilaku organisasi antara lain dengan cara karyawan membawa budaya mereka ke tempat kerja dalam bentuk kebiasaan dan bahasa yang juga mempengaruhi nilai-nilai individu, etika, sikap, anggapan, dan harapan. “Pela gandong” merupakan proses budaya sehingga dapat mempengaruhi kepribadian dan nilai -nilai individu seseorang di tempat kerjanya. Sistim kekerabatan yang dibangun berdasarkan nilai-nilai pela gandong diharapkan mampu mempengaruhi perilaku individu di tempat kerjanya

References


Ang, S., Van Dyne, L. dan Begley, T. M. 2003. The Employment Relationship of Foreign Workers versus Local Employees: a Field Study of Organizational Justice, Job Satisfaction, Performance, and OCB. Journal of Organizational Behavior, 24:561- 583.

Azis, N. A., Mangoting, Y., dan Lutfillah, N. Q., 2015. Memaknai Independensi Auditor Denan Keindahan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Siri‟na Pacce. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 6(1)145-156

Bakker, A. B., dan Schaufei, W. B., 2008. Positive organizational behavior: Engaged employees

in flourishing organization. Journal of Organizational Behavior, 29:147-154.

Betancourt, H. dan Lopez, R. 1993. The study of Culture, Etnicity, and Race in American Psychology. American Psychologist, 48(6):629-637.

Cohen, A. 2006. The Relationship Between Multiple Commitments and Organizational

Citizenship Behavior in Arab and Jewish Culture. Journal of Vocational Behavior, 69:105-1118

Frost, N., 2004. Adat di Maluku: Nilai Baru atau Eksklusivisme Lama?. Antropologi Indonesia, 74:1-11

Hoedodo, T.S.B., Surjo, J., Qodir, Z., 2013. Local Political Conflict and Pela Gandong Admist

the Religious Conflict. Journal of Government and Politics, 4(2):336-349

Hofstede, G. 1991. Cultures and Organisations, Software of the Mind. Intercultural cooperation and its importance for survival. London:McGraw-Hill Book Company.

Hudaya, Z. A., dan Nugroho, S. W. D., 2013. Kearifan Lokal Budaya Jawa Sebagai Basis Model Kepemimpinan Yang Efektif. Journal & Proceeding Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed, volume 3, nomor 1.

Huwae, S., 1995. Divided Opinions About Adat Pela: A Study Og Pela Tamilouw SiriSoriHutumuri. Cakalele, 6:77-92

Jean, L. C. 2013. Diversity eadership: Influence of Etnicity, Gender, and Minority Status. Open

Journal of Leadership. 2(1):1-10

Kadir H. A. 2012. Sapa Bale Batu, Batu Bale Dia; Politik Revivalisme; Tradisi Siwalima Orang Ambon Pasca Konflik. Lakon, Jurnal Kajian Sastra dan Budaya, 1(1):61-75.

Kambu, A., Troena, E.A., Surachman dan Setiawan,M. 2012. Influence of LeaderMember Exchange, Perceived Organizational Support, Papua Etnic Culture and Organizational Citizenship Behavior toward Employee Performances of Workers in Papua Provincial Secretary Office. Journal of Business and Management, 5(4):31-38.

Kreitner, R. dan Kinicki, A. 2014. Perilaku Organisasi – Organizational Behaviour. Edisi 9, Buku 1. Jakarta : Salemba Empat.

Kwantes, C.T., Karam C.M., Kuo B.C.H. dan Towson S. 2008. Culture‟s influences on the perception of OCB as in-role or extra-role. International Journal of Intercultural

Relations, 32:229-243

Lam, S.S.K., Schaubroech, J. dan Aryee, S. 2002. Relationship between Organizational Justice

and Employee Work Outcome: A CrosssNational Study. Journal of Organizational Behavior, 23(1):1-18

Lokollo, J. E., Pattiruhu, C. M., Lestaluhu, M., Timisela, Iz., Limahelu, D., Limahelu, L., Leatemia, J., Leasa G., 1997. Seri Budaya Pela Gandong dari Pulau Ambon. Ambon : Lembaga Kebudayaan daerah Maluku.

Luthans, F. 2005. Perilaku Organisasi. Edisi sepuluh. New York: McGraw-hill.

Manuhutu, R., Purwiyastuti, W., dan Widiarto, T., 2015. Budaya Pela Gandong Di Negeri Haria Sebagai Alat Pemersatu Dan Perdamaian Orang Maluku Tengah. Widyasari, 17(2):100-105

Marimuthu, M. dan Kolandaisamy I. 2009. Ethnic and Gender Diversity in Boards of Directors

and Their Relevance to Financial Performance of Malaysian Companies. Journal of Sustainable Development, 2(3):139-148.

Matitaputty, J. K., 2013. Pendidikan Karakter Melalui Penggalian Nilai-Nilai Kearifan Lokal budaya Pela Gandong Di Maluku. Jurnal Pendidikan “Jendela Pengetahuan”, 6(15):73-80.

Moorman, R. H. dan Blakely, G. L. 1995. Individualism-collectivism as an Individual Difference Predictor of Organizational Citizenship Behavior. Journal of Organizational Behavior, 16:127-142.

Mualim, Awang, J., dan Abu Bakar, I., 2014. Pela Gandong Sebagai Pemangkin Toleransi Antara Muslim dan Kristian di Ambon. Jurnal Hadjari, 6(1):43-55.

Ngo, Hang-yue, Foley, S. dan Loi, R. 2006. The Effect of Culutral Types on Perceptions of

Justice and Gender Inequity in the Workplace. International Journal of Human Resources Management, 17:983-998

Pattiselanno, J.Th.F., 1999. Tradisi Uli, Pela dan Gandong Pada Masyarakat Seram, Ambon,

dan Uliase. Antropologi Indonesia, 58:58-69

Piris, S. dan Tilaar, S. 2014. Graha Wisata Adat Pela Gandong di Maluku (Simbiosis Mutualisme).

Putera, I. D. G. W., dan Supartha, W. G., 2014. Penerapan Konsep Tri Hita Karana Dalam Hubungannya Dengan Budaya Organisasi Di rektorat Unud. E-Jurnal Manajemen

universitas Udayana, 3(7):1999-2014.

Ralahallo, R.N. 2009. Kultur Damai Berbasis Tradisi Pela Dalam Perspektif Psikologis Sosial. Jurnal Psikologi, 36(2):177-188

Riana, I. G., 2011. Dampak Penerapan Kultur Lokal Tri Hita Karana Terhadap Orientasi

Kewirausahaan dan Orientasi Pasar. Jurnal Teknik Industri, 13(1)37-44

Robbins, Stephen P., 2006. Perilaku Organisasi, PT Indeks, Kelompok Gramedia, Jakarta.

Robbins, S.P. dan Judge, T. A. 2014. Perilaku Organisasi – Organizational Behaviour. Buku 1, Edisi 12. Jakarta : Salemba Empat.

Sahusilawane, F. 2004. Sejarah Lahirnya Pela dan Gandong Antar Negeri-negeri Di Pulau

Ambon. Laporan Penelitian Sejarah dan Nilai Tradisional Ambon. Ambon : Balai

Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Ambon.

Sholeh, B., 2013. The Dynamics of Muslim and Christian Relatioins in Ambon, Easter Indonesia. International Journal of Bussines and School Sciences, 4(3):303-311.

Siswanto, T., dan Najih, M., 2015. Pengaruh Kearifan Lokal Dalam Berbagi Pengetahuan di Perusahaan Jawa Tengah. Prosiding Seminar Nasional Sistim Informasi Indonesia, 2-3 November 2015.

Stone, D. L., dan Deadrick, D. L., 2015. Challenges and Opprtunity Affecting the Human Resource Management. Human Resource Management Review, 25:139-145

Tuhuteru, L., 2014. Pembinaan Nilai-Nilai Demokrasi Dalam Budaya Lokal Pada Masyarakat Pasca Konflik Sosial Ambon. Jurnal Pendidikan “Jendela Pengetahuan”, 7(17):29-39

Tsui, A. S., Nifadkar, S. S., dan Amy Yi Ou., 2007. Cross-National, Cross- Cultural Organizational Behavior Research : Advances, Gaps, and Recommendations. Journal of Management, 33:426-478.

Uneputty, T. J. A. 1996. Perwujudan Pela Dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Maluku. Ambon: Bagian Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Maluku.

White, R. D., 1999. Managing the Diverse Organization: The Imperative for a New Multiculture Paradigm. Public Administration & Management: An Interactive Journal, 4 (4):469-493

Ying, Liu. Dan Cohen, A. 2010. Values, commitment, and OCB among Chinese employees. International Journal of Intercultural Relations, 34:493-506