PEMANFAATAN LIMBAH SAGU (METROXYLON SAGO) SEBAGAI BAHAN DASAR PAKAN TERNAK UNGGAS

Haedar Haedar, Jumawan Jasman

Abstract


Abstract: Pengembangan usaha ternak harus didukung dengan pengembangan industri pakan melalui optimalisasi pemanfaatan sumber-sumber bahan baku lokal spesifik lokasi dan berorientasi pada pola integrasi tanaman-ternak. Pakan di daerah tropis kebanyakan bermutu rendah dengan serat kasar yang tinggi. Keadaan ini merupakan tantangan bagi sub sektor peternakan, karena perlu mencari pakan alternatif untuk meningkatkan produksi ternak. Fungsi mahasiswa sangat strategis dalam mewujudkan kondisi yang dihadapi oleh masyarakat pedesaan. Sinergi antara mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN)memberikan informasi sekaligus mempraktikan temuan-temuan baru yang diperoleh di bangku Perguruan Tinggi. Potensi bahan baku lokal berupa limbah pertanian, perkebunan dan agroindustri sangat besar, namun hanya sebagian kecil yang digunakan sebagai pakan. Jumlah limbah yang banyak tersebut, sampai saat ini belum dimanfaatkan sebagaimana mestinya hanya dibiarkan menumpuk pada tempat-tempat pengolahan tepung sagu sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi pemberdayaan dan pembinaan yang meliputi introduksi teknologi, penata laksanaan budidaya, manajemen pakan yang akan memanfaatkan limbah ampas sagu yang sangat berlimpah dengan masyarakat sasaran bekerjasama Kwarda Hisbul Watan dan Pemuda Karang Taruna Kota Palopo. Program KKN-PPM yang dilaksanakan menghasilkan luaran berupa (1) Metode Rencana Bisnis untuk pengembangan Usaha Pakan Ternak ayam buras dan itik; (2) Teknologi tepat guna dalam pemanfaatan Limbah ampas sagu; (3) Terjadi transfer ilmu pengetahuan dan teknologi; (4) Produk berupa Pakan ternak komersil skala industri kecil.
Keywords: Limbah Ampas Sagu, Metroxylon Sago, Fermentasi, Pakan, Ternak

References


M., 1977. 'Yield Potential of the Sago Palm, Metroxylon sagu, and its Realization.' In K. Tan (ed.) Sago--76: Papers of the First International Sago Symposium. Kuala Lumpur: Kamajuan Kanji.

Flach, M., 1997. Sago palm. Metroxylon sagu Rottb. Promoting the conservation and use of underutilized and neglected crops. Rome: International Plant Genetic Resources Institute.

Ginting, G.S, 1991. Keterpaduan Ternak Ruminansia dengan Perkebunan, Produksi dan Nilai Nutrisi. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian.

Gittinger, James Price. 1986. Analisa ekonomi Proyek-proyek Pertanian, Universitas Indonesia Press. Jakarta.

Khan, M.A., M. Sarwar and M.M.S. Khan. 2004. Feeding value of urea treated corncobs ensiled with or without enzose (corn dextrose) for lactating crossbred cows. Asian-Australia Journal Animimal Science. 8: 1093 – 1097.

Kiston Simanihuruk, A. Chaniago dan J. Sirait. Silase ampas sagu sebagai pakan dasar pada Kambing kacang sedang tumbuh. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2011. Prosiding.

Kompiang, I.P. 1995. Kumpulan Hasil Penelitian Ternak Unggas dan Aneka Ternak. Balai Penelitian Ternak, Ciawi.

Mirnawati dan G. Ciptaan. 1999. Pemakaian empulur sagu (metroxilon sp) fermentasi dalam ransum terhadap retensi nitrogen dan rasio efisiensi protein pada ayam Broiler. Jurnal Ilmu Peternakan dan Lingkungan. 5(01) : 8-12.

Nurdin. M. 1995. Pemanfaatan Ampas Sagu Sebagai Subtrat Pembuatan Protein Sel Tunggal. Laporan Hasil Penelitian, Lembaga Penelitian Unhalu. Kendari.

NRC. 1981. Nutrient Requirement of Goats: Angora, Dairy, and Meat Goats in Temperate and Tropical Countries. National Academy Pr., Washington DC.

Nurkurnia, E. 1989. Hasil Fermentasi Rumen Kambing Kacang Betina dengan Pemberian Beberapa Tingkat Ampas Sagu (Metroxylon sp.) dalam Ransum. Skripsi. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Prastowo, B. 2007. Potensi sektor pertanian sebagai penghasil dan pengguna energy terbarukan. Perspektif 6(2): 84 – 92.

Ruddle, K. E. A., 1978. Palm Sago: A Tropical Starch from Marginal Lands. Honolulu: University of Hawaii Press.

Rumalatu. F.J. 1981. Distribusi dan potensi pati beberapa sagu (Metroxylon sp.) di daerah Seram Barat. Karya Ilmiah. Fakultas Pertanian/Kehutanan yang berafiliasi dengan Fateta IPB, Bogor.

Sapieza, D.A. dan K.K. Bolsen. 1993. Teknologi Silase (Penanaman, Pembuatan dan Pemberiannya pada Ternak). Penerjemah: Martoyondo Rini B.S.

Siri, S., H. Tabioka dan I. Tasaki. 1992. Effec of dietary fibre on utilization of energy and protein in chickens. Poultry Science Journal. 29 : 23-28.

Townsend, P. K., 1977. 'The Cultural Ecology of Sago in New Guinea.' In K. Tan (ed.) Sago-76: Papers of the First International Sago Symposium, pp. 91-95.

Trisnowati, 1991. Kecernaan in vitro Ampas Sagu Metroxylon yang Diperlakukan Secara Biologis. Skripsi. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Uhi, H.T., Usman,. S. Tirajoh, dan B. Tiro. 1997. Pengkajian pemanfaatan pakan ternak potensial di Irian Jaya. Laporan Hasil Pengkajian LPTP Koya Barat, Jayapura.

Harry Tum dan Batsebat Wiro (1999). Pemanfaatan Ampas Sagu (Metroxylon Sagu) Sebagai Pakan Ayam. Seminar Nasional dan Veteriner.

Vyas, V.S, “Some Aspect of Struktural Change in Indian Agriculture,” Indian J. Agri. Economics., vol. XXXIV, No. Januari-Maret 1979.

Wahyuni, H.I., I. Mangisah, dan N. Suthama.2008. Pengaruh Pakan Berserat Tinggi dan Probiotik dalam Ransum terhadap Pertumbuhan Organ Pencernaan, Kecernaan Ransum dan Kinerja Itik. Laporan Penelitian Kegiatan A3 Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak. Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang.